HOME    PROFIL    TUBEL    BURSA KERJA   REGULASI   PUBLIKASI   FORUM   LINKS
 
 
Username

Password 
 
Rumah Sakit Premier Bintaro - Asisten Apoteker
Rumah Sakit Premier Bintaro - Radiografer
Rumah Sakit Premier Bintaro - Teknisi Medis
Rumah Sakit Premier Bintaro - Admin Kesehatan
Rumah Sakit Premier Bintaro - Perawat
PARAMITA BALARAJA - Ahli Gizi
PARAMITA BALARAJA - Perawat
PARAMITA BALARAJA - Analis Kesehatan
PT. KANOPI INSAN SEJHATERA - Bidan
PT. KANOPI INSAN SEJHATERA - Perawat
 
 

Berita Detail

INDONESIA EKSPOR PERAWAT DAN PENDAMPING LANSIA KE JEPANG

Rabu, 6 Agustus 2008

JAKARTA, SELASA - Untuk pertama kalinya, Indonesia mengirimkan tenaga kerja profesional ke negeri Sakura, Jepang. Tenaga kerja profesional tersebut untuk posisi perawat dan pendamping lanjut usia (careworkers).

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), M. Jumhur Hidayat menyebutkan, jumlah tenaga perawat yang dikirim sebanyak 104 orang dan pendamping lansia 104 orang.

"Pengiriman TKI Government to Government (G to G) ini merupakan tahap pertama dari permintaan 1000 TKI bidang kesehatan yang diminta pemerintah Jepang secara bertahap selama dua tahun," kata Jumhur, dalam sambutannya pada acara Pelepasan "Indonesia Candidates for Kangoshi and Kaigofukushishi ke Jepang", di Gedung Depnakertrans, Jakarta, Selasa (5/8).

Program pengiriman TKI ini merupakan realisasi kesepakatan pemerintah Indonesia dan Jepang melalui IJEPA (Indonesia-Jeppang Economic Partnership Agreement) pada November 2006 di Tokyo yang ditandatangani Presiden SBY dan PM Jepang Shinzo Abe. Kesepakatan ini, kemudian ditindaklanjuti BNP2TKI dan Japan International Corporation of Welfare Services (JICWels).

Jumhur memaparkan, pada awal pendaftaran, peminat perawat berjumlah 179 orang dan pendamping lansia sebanyak 131 orang. Dari proses seleksi yang dilakukan, akhirnya terjaring 104 orang untuk masing-masing posisi. Dua ratus delapan orang yang terpilih ini mengikuti pre departure orientation (pembekalan) selama 5 hari. Selanjutnya, mereka akan menjalani pendidikan dan pelatihan selama 6 bulan di Jepang, sebelum ditempatkan di berbagai rumah sakit dan panti jompo.

Secara resmi, pelepasan tenaga kerja profesional ini dilakukan oleh Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno dan perwakilan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. Perwakilan Duta Besar Jepang Okinyiwa mengatakan, pemerintah Jepang mengapresiasi upaya pemerintah Indonesia untuk memenuhi kuota yang dibutuhkan pemerintah Jepang.

"Diharapkan, kerjasama ini bisa menguntungkan kedua negara. Perawat dan pengasuh orang jompo seperti ini merupakan yang pertama bagi Jepang. Percobaan ini harus berhasil. Kami berharap, 208 orang ini bisa meningkatkan keterampilan masing-masing," ujar Okinyiwa. (Inggried Dwi Wedhaswary)

Sumber: http://kompas.co.id/


Kembali kehalaman sebelumnya

Arsip Berita

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > »
Jumlah pengunjung : 479719
Home Profil Tugas Belajar Bursa Kerja Regulasi Publikasi Links Links